Saturday, January 19, 2008

Memahami Sejarah Qurban Dalam Upaya Memaknaan Yang Komprehensif

Tiada kata yang terindah, frase yang mulia, yang tercurah dari hamba-hamba yang sadar akan sebuah penciptaannya, di hari yang cerah ceria ini, di hari yang mana Allah swt telah mengharamkan kita berpuasa, hari yang penuh bahagia, suka serta cita,

Selain puji yang menjadi penghias hati selamanya terpatri dalam sanubari, hanya bagi-Mu Allah rabul izati, Puja yang menjadi ruh setiap rasa dan karsa, selamanya meliputi jiwa, terpanjat kepada Allah aza wajala. Rasa syukur atas nikmat-Nya yang tiada terukur, senantiasa terulur kepada Allah nan maha ghafur.

Solawat serta salam kita sanjungkan kepada insane termulia, yang menjadikan kita mulia karena ajaran akhlaknya, insane penyejuk hati yang mengajarkan kita untuk saling mengasihi, rasulullah saw, jua keluarga, sahabat , serta umat hingga akhirat.

الله اكبر .......3 ولله الحمد

Hadirin, sidang id yang dimuliakan Allah swt.

Pada pagi hari ini, kita berkumpul dalam suasana penuh haru, dan gembira, memenuhi panggilan ilahiyah, berbekal taqwa dan kepasrahan, melaksanakan sholat idul adha yang dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban. Dilain tempat, di Makkah al mukaramah, saudara-saudara kita, berjuta-juta umat Islam dari seluruh penjuru dunia, sedang melaksanakan puncak ibadah haji, yaitu wukuf di padang arafah pad ahari kemarin, serta tawaf ifadah, sai dan jumrah pada hari ini dan hari tasyriq. Semuanya mengenakan pakaian yang sama putih bersih, menanggalkan segala bentuk identitas diri, kepangkatan, serta kedudukan duniawi, sama rata dihadapan-Nya sebagai hamba-hamba Allah swt. Begitupun kita, semuanya sama, bahkan langkah kita kesini, tiada lain hanya mengharap untuk dapat menggapai rido dan maghfirah Allah swt.

الله اكبر .......3 ولله الحمد

Hadirin, kamu muslimin dan muslimat yang berbahagia

Selanjutnya khatib berwasiat, khususnya bagi diri pribadi, umumnya bagi hadirin wal hadirat sekalian, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt, dengan senantiasa berupaya sekuat tenaga, penuh kesabaran, penuh kesadaran, penuh kesungguhan untuk melaksanakan segala apa yang Allah perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya.

Insan-insan yang bertaqwa adalah manusia-manusia yang saleh, yaitu :

القائم بحقوق الله وحقوق عباده

orang-orang yang senantiasa meningkatkan kualitas diri, dimana hak-hak dan kewajibannya kepada Allah ia tunaikan dengan segenap jiwa, shalat lima waktu, puasa, membaca al Qur’an, meneteskan air mata bertaubat kepada-Nya, menghiasai malam-malamnya dengan tahajud, taqarub dan muhasabah. Serta ia tunaikan pula hak-hak dan kewajibannya kepada sesama manusia. Sebagai kepala keluarga ia bertanggung jawab lahir dan batin, materil maupun spirituil, atas istri dan anak-anaknya, beretos kerja tinggi, jujur dan amanah, serta berakhlak mulia terhadap sesama, zakat infaq dan sadaqah ditunaikan dengan keriangan.

Sayidina Ali kw berkata :

من كان يومه خير من امسه فهو رابح, ومن كان يومه سواء من أمسه فهو خاسر, ومن كان يومه شر من امسه فهو هالك

Barang siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini tidak ada beda dengan hari kemarin, ia adalah orang yang merugi, dan barang siapa yang hari ini kualitas imannya, amalnya dan etos kerjanya lebih buruk dari hari kemarin, maka ia adalah orang uang celaka.

الله اكبر .......3 ولله الحمد

Hadirin sidang id yang dimuliakan Allah swt

Pada kesempatan khutbah idul adha ini, marilah kita menggali kembali makna idul qurban, yang tentu saja kita yakini, bahwa ibadah yang kita laksanakan pada hari ini, sholatkah, qurbankah, atau takbir dan dzikir, kesemuanya tidak hanya merupakan ibadha ritual semata, akan tetapi memiliki nilai spiritual dan nilai social, dan hal itu akan dapat kita fahami, manakala diantaranya kita mengetahui sejarah dari pada qurban. Sebab denga mengetahui sejarah, kita akan dapat lebih akrab dalam menginterpretasi makna dibalik suatu peristiwa. Sebuah nasihat mengatakan, bahwa orang yang bijak adalah orang yang tahu dan menghormati sejarah. Demikianlah perlunya kita memahami heurmenetika Qurban – kaitan antara teks al Qur’an dengan fenomena .

Hasan hanafi seorang filosof muslim telah memetakan kepada kita bahwa dalam memahami suatu teks atau suatu ritual ibadah terdapat tiga proses ; pertama, kesadaran histories, yaitu kesadaran memahami proses sejarah untuk menemukan otentitas ritual ibadah qurban. Kedua, kesadaran eidetic, yaitu kesadaran untuk memahami objek berdasarkan proses sejarah untuk menemukan makna terdalam dan tujuan qurban. Ketiga, kesadaran praksis, yaitu kesadaran untuk mereformulasikan makna esensial qurban kedalam format baru yang lebih relevan dengan ritme perkembangan zaman.

Hadirin sidang id rahimakumullah

Masa usia Sejarah qurban adalah setua masa usia sejarah manusia, menelaah sejarah qurban berarti menelaah sejarah kehidupan manusia yang pertama adam dan hawa.

Qurban, pertama kali disyariatkan pada masa nabi adam as, yaitu terhadap kedua putranya Qabil dan Habil.

Syahdan, suatu ketika, tatkala Adam dan Hawa sudah bersama-sama hidup didunia dikaruniailah sepasang anak kembar yang pertama ; Qabil dan Iklima.

Qabil adalah seorang yang rupawan, begitupun Iklima seorang putrid yang cantik jelita. Pada masa sesudahnya, lahir pula sepasang kembar Habil dan Labuda. Labuda tak secantik Iklima, begitupun Habil meskipun tak setampan saudaranya tapi ia memiliki hati yang mulia.

Di masa putra-putri Adam dan Hawa telah dewasa, Allah mensyariatkan kepada Adam untuk menikahkan anak-anaknya secara bersilangan Qabil kepada Labuda dan Habil kepada Iklima. Habil menerima titah tersebut, akan tetapi Qabil ia tidak mau menerima perintah Allah, dengan alasan bahwa ia lebih tampan daripada Habil dan lebih berhak untuk menikahi Iklima yang molek rupawan.

Adampun menjadi bingung, betapa keduanya adalah anak-anaknya yang tercinta, siapakah yang harus ia bela ? Kemudian Allah memberikan petunjuk melalui wahyu kepada Adam as ; Qabil dan Habil diperintahkan untuk berqurban demi Allah, dan barang siapa yang qurbannya diterima oleh Allah maka dialah yang berhak untuk menikahi Iklima.

Qabil yang merupakan seorang petani berqurban dengan tanaman yang kurus kering keronta, sedangkan Habil yang seorang peternak berqurban dengan seekor gibas jantan yang besar, putih, bersih, bertanduk lagi gagah.

Singkat cerita, qurban Habil lah yang diterima Allah swt gibasnya disimpan di surga dan ia berhak menikahi Iklima, namun kesombongan Qabil telah menutup mata hatinya, ia tidak mau menerima keputusan Allah swt, ia menjadi sombong dan serakah hingga karena terbakar nafsu ia tega membunuh saudaranya sendiri Habil. Inilah peristiwa pembunuhan yang terjadi dalam sejarah umat manusia.

الله اكبر .......3 ولله الحمد

Hadirin jamaah solat id yang mulia

Sejarah qurban yang kedua adalah pada masa nabi Ibrahim as. Dan syariat ibrahimlah yang hari ini kita laksanakan bersama.

Ibrahim adalah Khalilullah, kekasih Allah, nabi yang taat, patuh dan begitu cinta kepada Tuhan-Nya. Kecintaannya kepada Tuhan menghabiskan seluruh cintanya kepada dunia, beliau tidak pernah merasa ragu dan rugi untuk bersedekah, berqurban ratusan kambing, dan unta.

Hingga suatu ketika umatnya bertanya, wahai Ibrahim, apakah engkau tidak merasa sayang berqurban begitu banyak ?

Ibrahim menjawab, jangankan hartaku, jiwaku, demi Allah yanga kucintai, andai saja aku memiliki anak, dan Tuhan memerintahkan untuk mengqurbankannya, maka akan aku lakukan.

Memang, pada saat itu ibrahim belum memiliki anak, padahal usianya sudah seja, anak adalah sesuatu yang begitu ia dambakan, setiap saat, setiap waktu, disiang dan malam hari, beliau selalu berkata :

رب هب لى من الصالحين

Tuhanku…karuniailah aku anak yang saleh, anak yang menjadi penerus dakwah risalah kenabian.

Akhirnya setelah sekian lama berdoa, Tuhanpun menjawab doa Ibrahim ..

Pada usia ibrahim 81 tahun, hasil perkawinannya dengan Hajar terlahirlah Ismail, seorang putra yang saleh, sabar, putra yang menyejukan hati, pencurah rasa, sukma dari kasih sayangnya, belahan hati tumpuan jiwa.

Namun pada usia ismail yang masih belia, dimana penuh dengan kelucuan, keceriaan, menggemberikan orang tua, Ismail yang sudah memiliki akhlak mulia, bijak dan sabar. Ibrahim ditegur oleh Allah pada malam tgl 7 dzulhijjah dalam mimpinya untuk melaksanakan nadzar atau janjinya terdahulu yaitu menyembelih anaknya jika diperintahkan Tuhannya.

يا أبرهيم .....أوف بنذرك !

Wahai ibrahim….penuhi janjimu !

Laksana petir disiang bolong, ia diperintahkan untuk menyembelih ismail anaknya tercinta yang ia damba begitu lama gara-gara ia pernah bernadzar ?

Tersentak…ibrahim dengan mimpinya. Kekagetan yang luar biasa,

Keraguan, kegelisahan, gundah gulana. Antara takut dan keyakinan berbaur dalam jiwanya, apakah ini mimpi dari syaitan atau justru wahyu Tuhan yang menagih janjinya ?

Otak berputar…fikiran menerawang, raga gemetaran, seluruh pengetahuan dan perasaannya bertumpu memikirkan mimpinya.

Pada malam tgl 8 dzulhijjah mimpi ibrahim berulang kembali

يا أبرهيم .....أوف بنذرك !

Wahai ibrahim….penuhi janjimu !

Ibrahim semakin gelisah, haruskan putra tercinta, yang didambakan begitu lama, harus ia bunuh dengan tangannya sendiri ? mungkinkah Tuhan yang maha rahman dan rahim memerintahkan sesuatu yang biadab ?

Tapi bukanlah suatu cinta terhebat jikalau tidak diuji dengan ujian yang maha dahsyat ?

Apakah cinta ibrahim kepada Tuhannya akan dikalahkan oleh cintanya kepada ismail ? berfikir- dan terus berfikir …..

Tgl 7 dan 8 dzulhijjah karena Ibrahim berfikir, berfikir dan berfikir maka disebut sebagai yaumut tarwiyah atau hari berfikir …

Pada malam tgl 9 dzulhijjah ibrahim mendapatkan mimpinya yang ketiga kali, maka ia pun akhirnya mengetahui bahwa mimpinya itu merupakan titah Allah swt………tahu, dalam bahasa arab adalah arofa, sehingga tgl 9 dzulhijjah disebut yaumul arofah..atau hari pengetahuan bagi Ibrahim yang kini dilaksanakan pada hari tersebut wukuf di pada arafah.

Lantas, ibrahampun mengutarakan hal tersebut kepada istrinya, bunda ismail, st hajar, dengan berat hati ia bicarakan mimpinya..tersentak !!, mungkin itu ungkapan yang menurut saya terjadi, dimana ..seorang ibu yang tidak sedih ketika anaknya harus disembelih ? air mata terurai dari sela-sela tatapan kepada anaknya yang haru, membasahi kedua pipi dari wajah insane salehah.

Namun karena kesalehan dan kesabarannya, Hajar penuh dengan keimanan berkata, jangankan anaku, jikalau Tuhan meminta jiwa ragaku harus dihunus seribu pedang, maka aku iklas menerima, insya Allah tuhan tidak akan menyengsarakan hambanya yang beriman.

Tapi hal yang terberat bagi Ibrahim adalah ketika ia harus menyampaikan mimpinya kepada anaknya ..

Bahasa apa yang harus ia gunakan ?

Tutur kata apa yang harus ia sampaikan ?

Jiwa Ibrahim dituntun Tuhannya, lidahnya digerakan dengan bahasa Ilahiyah, terukir dalam surat as sofat ayat 102 Allah mengkisahkan :

فلما بلغ معه السعي قال يابني, انى ارا فى المنام أنى أذبحك فانظر ماذا ترى ؟

“maka tatkala ismail anaknya telah mencapai usia yang sanggup, Ibrahim berkata : wahai anaku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku bahwa aku menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu ?”

ismail pun menjawab :

يا أبت افعل ما تؤمر, ستجدنى أنشاء الله من الصابرين

“wahai ayahku, lakukanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu, insya allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar…”

subhanallah !!!

sekiranya kini, tak ada lagi manusia yang diusianya masih sungguh belia namun memiliki jiwa yang besar, hati yang luas, perasaan yang sabar seperti Ismail as.

Pada tanggal 10 dzuhijjah ibrahim pun membawa ismail kesuatu tempat, disela keberangkatannya sekiranya tempat jumratul aqobah setan menggodanya untuk mengurunkan niatnya dengan seribu dalih dan rayuan busuknya. Ibrahimpun melemparinya dengan 7 kerikil. Setibanya disuatu tempat sekiranya kini jumratul wusto setanpun menggoda kembali dan ibrahim melemparinya lagi dengan 7 kerikil, begitupun ditempat jumratul ula. Peristiwa ini diabadikan dengan ibadah jemaah haji “jumrah” atau melempari batu.

Akhirnya disuatu lembah tandus ibrahim melentangkan ismail, direbahkannya ismail diiring isak tangis seorang ayah yang bijaksana. Jibril pun menyaksikan suatu peristiwa yang maha dahsyat.

Tatkala ia hendak menyembelih ismail, ibrahim berkata :

الله اكبر........3

Jibril menyahut

لا اله الا الله والله اكبر

Ismail menjawab :

الله اكبر ولله الحمد

Inilah lafadz takbir yang pertama kali dikumandangkan dalam sejarah kehidupan manusia.

الله.........

Hadirin wal hadirot yang rahmati Allah

Sungguh Allah adalah dzat yang maha rahman dan rahim, yang tak mungkin memerintahkan manusia kejalan kebusukan dan kebiadaban, perintahnya kepada Ibrahim untuk menyembelih Ismail hanyalah ujian atas kecintaan dan kepatuhan ibrahim.

Pedang yang begitu tajam ternyata tak mampu melukai Ismail meskipun hanya untuk memotong sehelai rambutnya. Ibrahim pun kian heran…Tuhan, ujian apakah lagi yang Engkau berikan kepadaku sehingga tatkala kusembelih pedang ini tidak bisa melukai ismail ?

Allah berkata :

فلما أسلما وتله للجين وناديناه أن ياابراهيم قد صدقت الرئيا انا كذالك نجز المحسنين

ان هذا لهو البلاء المبين, وفديناه بذبح عظيم, وتركناعليه فى الاخرين, سلام على ابراهيم


”Maka tatkala keduanya telah berserah diri dan ibrahim telah membaringkan anaknya (nyatalah kesabaran keduanya) dan Kami panggil ia, hai ibrahim sesungguhnya kamu telah melaksanakan mimpimu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor kambing yang besar, Kami abadikan untuk ibrahim pujian yangbaik dikalangan orang-orang yang datang kemudian, yaitu kesejahteraan atas ibrahim. (asofat 103 –109).

Allah memerintahkan kepada Jibril untuk membawa Qibas qurban dari Habil anak Adam yang ada disurga, diturunkan kebumi untuk menggantikan posisi ismail, akhirnya gibas Qurban dari Habilah yang disembelih oleh Ibrahim as.

Demikianlah sosok ibrahim dan keluarganya yang senantiasa patuh terhadap segala yang Allah perintahkan, tak ada keraguan meski harus merelakan harta yang paling dicintai dan paling berharga demi cintanya kepada Tuhannya.

Penyembelihan qurban dilaksanakan pula oleh umat Islam pada setiap tanggal 10 dzulhijah dan atau tanggal 11-12-13 nya atau yang disebut dengan hari tasyriq, sebagaimana diperintahkan Allah dalam surat al kautsar

انا أعطيناك الكوثر, فصل لربك وانحر

Sesungguhnya Kami telah memberi kepada mu nikmat yang banyak, maka sholatlah dan sembelihlah qurban

Hukum qurban adalah sunat muakad atau sunat yang dikuatkan bagi setiap muslim yang memiliki kemampuan pada hari idul adha atau pada hari tasyriq.

Barokallooh………….

Hadirin sidang id rahimakumullah

Dari runtutan kisah perjalanan Nabiyullah Ibrahim as tadi, kiranya dihari idul adha ini, ada beberapa ibrah, hikmah, pelajaran yang harus bisa kita laksanakan untuk sejak sekarang dan selanjutnya.

Pertama, ibrahim berserta keluarganya memberikan tauladan kepada kita akan sebuah niali kepatuhan dan ketaatan tanpa batas yang didasari dengan keimanan yang kuat.

Dimasa sekarang ini tantangan kehidupan yang kita hadapi semakin hari semakin berat, mencari kerja semakin susah, fasilitas umum semakin mahal, harga-harga melambung tinggi, kondisi ekonomi tiada menentu, andai saja iman kita tidak kokoh, mudah goyah, niscara kita akan pesimis dan putus asa dalam mengadapinya.

Begitupun kita mesti senantiasa patuh dan taat atas perintah Allah tanpa basa basi tanpa tedeng aling-laing, tak perlu takut miskin karena sedekah, tak perlu takut mati atau tersiksa karena berhaji, selama itu perintah Allah dengan penuh keyakinan kita jalankan, bahwa tiada mungkin Allah akan mendzalimi hamba-Nya.

Kedua, sabar

Sabar dalam menjalankan ibadah, meskipun shalat subuh berat, yuk kita berusaha dengan sabar, meskipun berjamaah magrib di mesjid lelah sepulang kerja ? yuk kita sabar

Sabar dalam menjauhi maksiat, dijalanan gadis-gadis berparas cantik dan molek menggoda mata, dikantor celah-celah korupsi dan kolusi begitu mudah untuk kita jambahi, dalam bisnis manipulasi begitu mudah kita jalani.

Sabar dalam menerima cobaan, ujian serta segala kepedihan yang kita dapatkan, dengan penuh keimanan kita yakini itu sebagai takdir Tuhan, dan dengan penuh ke optimisan kita berikhtiar untuk merubah keadaan

Ketiga, keiklasan

Untuk menguji kecintaannya Ibrahim diuji untuk mengorbakan harta yang paling dicintainya, begitupun kita, sudah relakah kita mengorbankan harta yang paling kita senangi untuk Allah ?

لن تنال البر حتى تنفقوا مما تحبون

Bukanlah suatu kebaikan yang sejati sehingga engkau mau mensedekahkan sesuatu dari harta yang paling kamu cintai

Jangalah bersedakah dengan barang buruk, makanan sisa, tapi bersedekahlah dengan sesuatu yang baik yang akan membuat senang dan bermanfaat bagi yang diberinya.

Keempat taqarub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Salah satu tujuan dari ibadah qurban adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, bukan untuk kesombongan

لا ينال الله لحومها ولا دمائها ولكن يناله التقوى منكم

ِAllah tidak akan menilai seberapa berat daging atau atau sebarapa banyak darahnya akan tetapi yang Allah nilai adalah seberapa tinggi taqwanya dan kerelaanya untuk mau berkorban.

Kelima nilai social,

Qurban mengajarkan kepada kita untuk senantiasa memiliki rasa social yang tinggi, menebar rasa kasih sayang kepada sesama manusia, baik yang seagama maupun yang berbeda keyakinan…

Demikianlah khutbah idul adha yang dapat saya sampaikan, ……………

No comments:

Post a Comment

Post a Comment